Membacapuisi termasuk jenis membaca . 142 Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Melalui Pemodelan pada Siswa Kelas VII A SMP Negeri 16 Kota Bengkulu membaca wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak pada kompetensi dasar 15.1 yaitu membaca . 143 Jurnal Ilmiah Korpus, Volume II, Nomor II, Agustus 2018

ekawulandari77 ekawulandari77 B. Indonesia Sekolah Menengah Pertama terjawab Iklan Iklan Deliciaindira77 Deliciaindira77 JawabanMemperhatikan mimikMenggunakan ekspresiBahasanya harus sopan dan santunMaaf kalo salah Sebenarnya saya pernah ikut lomba puisi Semoga membantu makasi Kk Jadikan saya yg tercerdas ya Iklan Iklan Pertanyaan baru di B. Indonesia 3. Apa yang dimaksud peta pikiran?​ 1. Teks eksplanasi adalah b. C. teks yang teks yang sesuatu. yang d. teks yang a berisi penjelasan tentang suatu proses. berisi tentang cara mengerjak … an teks berisi tentang pendapat. menceritakan suatu kejadian. kr eksplanasi adalah​ Gimana buaya bisa bertahan hidup di dalam air Tuliskan arti kata motif dalam paragraf tersebut Pagi pagi berolahraga Keliling kampung berlari lari Belajar sambil berdoa Supaya kita berilmu tinggi Pantun tersebut termasuk jenis pantun Sebelumnya Berikutnya Iklan

Berikutadalah 5 manfaat dari membaca buku yang tidak diketahui oleh banyak orang. 1. Menjadi rendah hati. Ketika kita membaca banyak buku kita akan mendapatkan ilmu baru yang sebelumnya tidak pernah kita ketahui. Ketika kita mendapatkan ilmu tersebut kita akan merasakan bahwa ilmu yang selama ini kita miliki masih belum seberapa.
Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang dilengkapi dengan rima, irama, bait, baris, dengan pemilihan kalimat yang indah. Seperti sebuah lagu, puisi memiliki makna mendalam dan dapat digunakan sebagai sarana menyampaikan perasaan atau pesan tertentu. Membaca puisi adalah salah satu bentuk hobi yang juga terkadang sering dijadikan perlombaan. Nah, karena membaca puisi berbeda dari membaca tulisan lainnya, maka ada hal-hal yang sangat perlu untuk diperhatikan. Penasaran apa saja? Yuk simak tulisan berikut ini! Hal-Hal Penting yang Harus Diperhatkan Saat Membaca Puisi 1. Percaya Diri Membaca puisi sangat sering dilakukan di depan banyak orang, sehingga kepercayaan diri merupakan hal utama yang wajib dimiliki. Rasa percaya diri akan membantu kita untuk lebih tenang dan mempermudah penyampaian pesan yang ada dalam puisi tersebut. 2. Artikulasi Artikulasi adalah kejelasan bunyi atau suara yang kita hasilkan ketika membaca, bernyanyi, maupun berbicara. Dalam membaca puisi, artikulasi menjadi hal penting yang wajib diperhatikan. Kejelasan lafal a, i, u, e, o, dapat memengaruhi penilaian maupun interpretasi dari makna puisi itu sendiri. Apalagi jika membaca puisi dengan tujuan menyampaikan pesan tertentu, maka jika artikulasi tidak jelas, pendengar juga berpotensi salah dalam menangkap maksud yang ingin disampaikan. 3. Intonasi Selain artikulasi, aspek lain dalam vokal yang penting adalah intonasi. Intonasi yang dimaksud adalah tinggi rendahnya nada dalam pembacaan puisi. Sama seperti bernyanyi, membaca puisi juga perlu memperhatikan intonasi agar puisi lebih hidup dan terasa nyata suasananya. Selain itu, intonasi juga salah satu aspek yang dapat membantu menerjemahkan perasaan pembaca, sehingga pendengar akan jauh lebih memahami suasana dalam puisi tersebut lewat intonasi yang baik. 4. Jeda dan Tekanan Membaca puisi tidak sama dengan membaca buku biasa. Membaca puisi diperlukan jeda yang biasanya ditandai menggunakan garis miring /. Garis miring satu kali artinya jeda pendek yang terdapat di tengah kalimat. Garis miring dua kali artinya jeda agak panjang yang menandakan akhir baris atau akhir kalimat. Garis miring tiga kali artinya jeda yang sangat lama. Ini biasanya digunakan untuk menandai di akhir baris puisi. Selain jeda, penekanan juga penting untuk dilakukan. Lemah kuatnya sebuah kata bisa diwujudkan melalui penekanan. Selain itu, penekanan juga dapat digunakan untuk menandai kata-kata penting yang ingin disampaikan. 5. Mimik dan Penghayatan Pada pembacaan puisi, aspek yang menjadi penentu penting adalah mimik dan penghayatan. Cara kita memahami puisi dan upaya kita menyampaikan pesan yang terkandung dalam puisi tersebut ke pendengar, bisa terlihat melalui mimik muka yang kita perlihatkan. Mimik muka mewakili ekspresi dan luapan emosi kita terhadap puisi tersebut. Misalnya kita membacakan puisi yang bertema duka, maka kita dapat melakukan penghayatan seolah duka tersebut kita sendiri yang merasakan. Kita juga wajib untuk menampilkan emosi sedih melalui mimik muka. 6. Gestur Ketika membaca puisi, kita akan diberi kebebasan untuk melakukan berbagai gerakan yang mendukung proses pembacaan puisi tersebut. Kita dapat memanfaatkan hal ini untuk menentukan gestur tubuh yang sesuai dan dapat menunjang mimik dan penghayatan yang kita lakukan. 7. Memahami Isi Puisi Meskipun beberapa kondisi memperbolehkan kita untuk membawa kertas atau bahkan buku ketika membaca puisi, namun tidak lantas membuat kita abai dengan isi puisi tersebut. Memahami dengan baik makna yang terkandung di dalamnya dan menghapalkannya, akan membantu kamu untuk lebih sempurna membacakannya di depan banyak orang. Itulah hal-hal penting yang harus diperhatkan saat membaca puisi. Untuk kamu yang ingin melatih kemampuan membaca puisi dengan memperhatikan hal-hal penting di atas, buku puisi berjudul Keterampilan Membaca Laut karya Ama Achmad mungkin dapat kamu coba. Ada 70 judul puisi di dalamnya yang akan memberikan kamu kesan hangat dan juga patah hati di saat bersamaan, seperti merasakan telah sangat dekat pada harapan, namun alam semesta tidak mengizinkan. Bahasa yang dipilih oleh Ama Achmad tidak menggunakan majas-majas yang sulit, bahkan cenderung sangat sederhana namun tetap indah dan bermakna. Buku puisi Keterampilan Membaca Laut ini seperti racikan kopi yang pas, tidak terlalu pahit ataupun terlalu manis. Jika tertarik membacanya, buku puisi Keterampilan Membaca Laut tersedia di Selamat membaca! Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya. promo diskon
Membacapuisi termasuk pada kegiatan membaca nyaring untuk kepentingan seni. Ketika membaca puisi, si pembaca dituntut tidak hanya menyaringkan suaranya, tetapi juga perlu memperhatika lafal, intonasi, dan ekspresi. Tujuannya agar dapat membaca puisi dengan penuh perasaan sesuai dengan pesan dari puisi itu.
loading...Srikandi Ganjar Jatim menggelar pementasan puisi, drama, dan musikalisasi puisi di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu 7/6/2023. Foto/Dok. SINDOnews MALANG - Relawan Srikandi Ganjar terus merangkul para milenial untuk mengembangkan kreativitas di bidang kesenian. Mereka pun melakukan berbagai kegiatan di beberapa wilayah di ini, Srikandi Ganjar Jatim menggelar pementasan puisi, drama, dan musikalisasi puisi di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu 7/6/2023. “Untuk menyukseskan pergelaran tersebut, kami menggandeng Teater Tutur Doa, salah satu komunitas kesenian di Kota Malang,” kata pengurus Srikandi Ganjar Jatim Adinda mengatakan peserta yang hadir dan tampil sangat antusias. Puluhan pemuda dan pemudi dari berbagai kalangan di Kota Malang ikut meramaikan acara ini."Alhamdulillah antusiasme peserta yang cukup baik. Kami ingin para milenial dapat meningkatkan softskill generasi milenial terutama di bidang kesenian," ujar perempuan berusia 21 tahun Ganjar mendorong perempuan milenial terus mengikuti perkembangan zaman dengan terus mengembangkan potensi mereka melalui seni. "Karena berkembangnya zaman, kita harus dapat mengembangkan minat dan bakat perempuan dalam berkesenian," mengatakan kegiatan ini juga menjadi wadah dan ruang bagi generasi muda perempuan untuk terus berkreasi dan mengekspresikan diri. Selain itu, mereka juga mementaskan drama yang membahas tentang sosok capres Ganjar sekaligus menyosialisasikan Ganjar kepada para peserta. Adinda berharap Ganjar Pranowo dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas seni. "Pak Ganjar adalah sosok yang berwibawa, humble, dan bisa menaungi seluruh lapisan masyarakat, terutama para perempuan milenial," Nanda, peserta pementasan musikalisasi puisi menyambut positif pergelaran kesenian ini. mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE Malangkucecwara ini mengatakan, kegiatan ini makin meningkatkan potensinya dalam kesenian."Kegiatan hari ini seru, bisa bertemu teman baru. Ini tempat buat kami untuk menyalurkan minat, bakat, dan potensi kami di bidang seni," berusia 19 tahun itu berharap pementasan drama dan musikalisasi puisi tersebut dapat digelar di beberapa daerah. Erwina menilai sosok Ganjar kerap turun langsung ke masyarakat dan menjawab keresahan masyarakat. Dia juga berharap Ganjar Pranowo dapat menjadi presiden 2024-2029. "Pak Ganjar baik, humble kepada masyarakat, dan suka blusukan. Semoga bisa jadi the next president Indonesia," ungkapnya. poe
3 Membaca Disertai Gerakan Tubuh. Selain mimik wajah yang harus sesuai, membaca puisi hendaknya disertai dengan gerakan tubuh. Ini meliputi langkah kaki (ke depan - ke belakang - ke samping), gerakan tangan, gerakan menunduk, mengangkat kepala, dan lain sebagainya.Gerakan tubuh juga penting supaya pembacaan puisi tidak tanggung atau terkesan kaku. Ilustrasi Puisi fotoUnsplashPuisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Karya sastra ini dikenal dengan susunan kata kiasan yang indah dan makna Literary Terms, puisi diartikan sebagai jenis sastra yang didasarkan pada interaksi kata dan ritme. Kata-kata dalam puisi dirangkai untuk menyampaikan suara, gambar, dan ide yang terlalu rumit untuk dijelaskan secara terdiri dari beberapa struktur fisik, di antaranya diksi, tipografi, majas, kata konkret, imaji atau citraan, dan rima atau irama. Puisi juga memiliki struktur batin, yaitu tema, perasaan, amanat, dan puisi tak hanya bisa disampaikan lewat kata-kata, namun juga secara lisan. Namun membaca puisi tidak bisa membaca puisi yang tepat mampu menyampaikan perasaan dan makna dengan lebih mendalam kepada pendengarnya. Lalu, bagaimana caranya? Berikut 3 teknik membaca puisi yang baik dan Puisi fotoUnsplashPelafalanPelafalan yang tepat dibutuhkan untuk membaca puisi. Lafal merupakan tata cara pengucapan bunyi bahasa sesuai alat ucap yang digerakkan. Ketika membaca puisi, pastikan Anda melafalkan huruf a,i, u, e, o dengan menjadi teknik yang penting dalam pembacaan puisi. Intonasi merupakan pola perubahan nada ketika berbicara. Saat membaca puisi, Anda sebaiknya menggunakan nada atau intonasi yang sesuai dengan kata-kata dalam puisi. Dengan begitu, emosi akan tersampaikan dan pembacaan puisi tidak akan terdengar puisi juga harus disertai dengan tekanan yang tepat. Tekanan sendiri adalah keras lembutnya pengucapan bunyi.

Dalamketerampilan membaca, siswa tidak hanya sekadar membaca teks berita yang ada dihadapannya. Akan tetapi, siswa juga diharapkan dapat memahami isi berita tersebut. Jika siswa sudah dapat memahami dan mengungkapkan kembali isi bacaan baik secara lisan maupun tertulis, berarti mereka sudah menguasai keterampilan membaca.

Konferensi Berbagi Pengalaman Falun Dafa kedua di Little Lotus Academy di New York berlangsung pada 26 Mei 2023. Kepala sekolah, guru, dan 24 siswa semua berbagi pengalaman mereka berlatih Falun Dafa dan mengikuti prinsip-prinsip Falun Dafa Sejati-Baik-Sabar dalam kehidupan sehari-hari Berbagi Pengalaman Falun Dafa kedua di Little Lotus Academy pada 26 Mei usia mereka masih muda, anak-anak dapat mencari ke dalam dan terus-menerus mengenali bagian yang dapat mereka tingkatkan. Termasuk sifat iri hati, mentalitas bersaing, dan lain-lain. Para orang tua terkesan bahwa sekolah memberikan kesempatan seperti itu kepada anak-anak muda ini untuk meningkat dengan sehat dan Lotus Academy terletak di Middletown, New York, adalah sekolah dasar yang menawarkan pengajaran komprehensif berdasarkan nilai-nilai tradisional, terutama Falun Dafa dan prinsip TradisionalXiong, kepala sekolah, mengatakan bahwa pendidikan memainkan peran penting dalam masyarakat yang mengalami kemerosotan moral. Dia mengatakan senang bekerja dengan guru dan orang tua untuk memperbaiki situasi melalui ajaran Falun Dafa dan menciptakan jalan bagi generasi dan cita-cita Falun Dafa diintegrasikan ke dalam jadwal sekolah. Kelas pertama setiap hari adalah membaca ajaran Falun Dafa selama satu jam. Tema setiap bulan terkait dengan kebajikan. Misalnya, tema bulan Mei adalah “Falun Dafa baik.” Selain berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Dafa, guru juga mengundang praktisi untuk berbicara tentang topik tertentu, mengulas bagaimana Guru Li pencipta Falun Dafa memperkenalkan latihan ini kepada masyarakat, menceritakan kisah tentang tekad dan keberanian praktisi dalam penganiayaan di Tiongkok, dan mendorong anak-anak untuk menghargai kali saat belajar bersama di pagi hari, para siswa membaca puisi Hong Yin VI. Suara seorang gadis sangat lembut dan dia tidak bisa fokus. Ketika guru memintanya untuk membaca lebih keras, gadis itu menjawab, “Tidak, saya tidak bisa. Saya lelah dan ingin pulang.” Beberapa siswa menjelaskan kepadanya, “Anda harus belajar ajaran Dafa dengan baik untuk kembali ke rumah yang sebenarnya, maksud kami, rumah surgawimu yang sebenarnya dari mana kamu berasal.”Gadis itu segera mengerti. Dia berhenti mengeluh dan bisa fokus NyataWang, salah seorang guru, bertanggung jawab memimpin kelas senior dalam kelompok belajar sambil mengajar bahasa Mandarin untuk siswa kelas empat dan lima. Ketika beberapa siswa terganggu selama belajar bersama, dia duduk di sebelah mereka dan membaca bersama mereka. Setiap hari, seorang murid merenungkan keadaan dirinya dalam mempelajari ajaran Dafa untuk meningkatkan awalnya, Wang menemukan banyak murid yang tidak tahu bagaimana berkultivasi. Artinya, mereka tidak mencari ke dalam atau merenungkan bagaimana mereka bisa berbuat lebih baik. Hasilnya, dia mulai rutin melafalkan puisi “Berkultivasi Nyata” dalam Hong Yin di awal belajar bersama setiap Jumat, ada diskusi kelompok di mana siswa bertukar pikiran atau berbagi pemahaman tentang cerita kultivasi di Minghui dari praktisi muda. Ketika muncul masalah atau sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan kultivasi, kelas mendiskusikannya dan semua orang membicarakan pemahamannya. Wang juga secara terbuka membagikan pemahamannya sendiri sehingga setiap orang dapat meningkat anak-anak membuka hati mereka. Beberapa siswa yang sebelumnya tidak mendengarkan orang lain sekarang dengan senang hati menerima umpan balik dan berkata, “Terima kasih.” Mereka juga mencari ke dalam dan membantu mereka yang tertinggal. Wang menjelaskan, “Dari sini saya juga belajar bahwa berkultivasi Falun Dafa berarti kita harus memperhatikan orang lain dengan belas kasih dan tanpa pamrih. Lagipula, seperti yang kita ketahui dari ajaran Falun Dafa, para siswa semuanya adalah praktisi muda, dan adalah misi kita untuk menjaga mereka dengan baik.”Tiga CeritaMulai dari kelas dua dan lima, dua puluh empat siswa itu bercerita tentang cerita mereka masing-masing. Lunar berusia 10 tahun dan datang ke Amerika Serikat tujuh tahun lalu. Dia berbagi tiga cerita yang terjadi dalam tujuh tahun setelah dia mulai berlatih Dafa. Saat berusia tiga tahun, Lunar mengidap penyakit mata yang disebut konjungtivitis alergi. Meskipun orang tuanya membawanya untuk menerima segala macam perawatan medis di Tiongkok, tidak satupun dari mereka berhasil. Setelah dia mulai membaca ajaran Falun Dafa di Amerika Serikat, matanya membaik dalam dua minggu, dan kemudian sembuh total. Lunar sangat berterima kasih kepada Guru Li. Setelah menyaksikan ini, neneknya berkata bahwa Falun Dafa baik dan mulai kali ketika dia melakukan perangkat latihan kedua ketika berusia tujuh tahun, Lunar berkata, "Falun Dafa baik" dan "Sejati-Baik-Sabar baik." Dia merasa seolah-olah seseorang sedang membantunya mengangkat lengannya, dan dia tidak lagi merasa lelah ketika melakukan latihan. Setelah menyelesaikan latihan, dia melihat Falun emas besar berputar, dan itu sangat mengesankan. Dia berkata bahwa baru-baru ini dia mengendur dalam melakukan latihan dan memutuskan untuk melakukannya dengan lebih kelas menari semester ini, Lunar dan gadis lain mengalami konflik. Keduanya bersamaan berkata, "Saya tidak menyukaimu." Mempertimbangkan kata-kata Guru tentang Sejati-Baik-Sabar, Lunar tahu dia melakukannya dengan buruk dan menyesalinya. Seusai kelas, dia langsung meminta maaf kepada gadis lain, dan setelah itu keduanya menjadi teman KeterikatanJason, juga berusia sepuluh tahun, selalu mengingat kata-kata Guru, "Anda yang berlatih Gong dipukul bahkan tidak melawan, dicaci tidak membalas." Ceramah 9, Zhuan Falun Akibatnya, dia tidak pernah bertengkar atau berdebat dengan anak lain. Ketika dia masih sangat muda, dia tidak suka berpartisipasi dalam pawai karena dia akan menjadi sangat lelah sehingga dia merasa kakinya akan patah. Dengan mencari ke dalam, Jason menyadari bahwa dia malas dan memiliki keterikatan pada kenyamanan. Kali berikutnya dia mengikuti pawai, dia tidak merasa lelah meski lebih lama. Dia berharap mereka yang mendengar ceritanya dapat belajar dari pengalamannya dan melepaskan keterikatan dipindahkan ke Little Lotus Academy tahun lalu pada usia sembilan tahun. Pada awalnya, dia akan marah dan membantah ketika seseorang menunjukkan kesalahannya. Dia kemudian mencari ke dalam dan mampu menghilangkan sifat iri hati dan mentalitas pamer. Ketika gadis lain menunjukkan kepada Alice di mana dia tidak melakukannya dengan baik, Alice mengenang, "Saya tidak bahagia dan memikirkan sesuatu yang negatif tentang dia. Segera saya merasa sesuatu yang hangat telah diambil dari saya, dan saya menyesalinya. Sebenarnya, dia memberi saya De kebajikan dan membantu saya mengenali keterikatan ini – tidak mampu menerima kritik. Saya benar-benar perlu melakukan yang lebih baik.”Siswa dari tingkat kelas yang lebih rendah juga berbicara tentang cerita mereka. Tavia duduk di kelas tiga. Suatu hari saat dia duduk di luar, dia melihat dua burung kolibri datang ke tempat makan burung. Kemudian dua lagi datang dan keempatnya mulai bertarung. Dia berkata, “Saya bertanya-tanya mengapa saya melihat adegan ini. Bisa jadi Guru Li menggunakan ini untuk mengingatkan saya bagaimana manusia biasa bertengkar satu sama lain demi keuntungan pribadi. Sejak saat itu, saya selalu berusaha mempertahankan pikiran yang murni dan tenang saat melakukan latihan dan memancarkan pikiran lurus. Saya sangat senang."Tianqi duduk di kelas dua. Dia bangun jam 5 pagi dan tidak bisa tidur lagi. Ketika ibunya memintanya untuk bermeditasi, dia tidak senang tetapi tetap melakukannya. Saat bermeditasi, dia melihat Falun roda hukum dengan berbagai ukuran. Tianqi sangat bersemangat dan mengatakan dia juga bisa tidur nyenyak setelah melakukan sekolah itu diluncurkan dua tahun lalu, konferensi berbagi pengalaman diadakan setiap tahun. Xiong menambahkan, “Saya berterima kasih kepada Guru Li atas kesempatan ini bagi kita semua untuk belajar bersama, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, dan berbuat lebih baik sesuai dengan nilai-nilai tradisional.” Seluruh artikel, grafik, dan konten yang dipublikasikan dilindungi oleh Hak Cipta. Minghui secara berkala akan menerbitkan kumpulan konten daringnya.
Pembelajaransastra khususnya puisi dalam kegiatan belajar belum diupayakan secara maksimal, karena sebenarnya pembelajaran puisi merupakan kegiatan pementasan karya seni yang memerlukan kemampuan khusus. Proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Campalagian Kabupaten Polman, khususnya siswa kelas X dalam pembelajaran membaca puisi belum The purpose of this study is to describe the implementation of poetry reading literacy in elementary schools. The approach used is qualitative and quantitative. The subjects of this study were 22 Silaing Bawah Public Elementary School teachers and 22 Silaing Bawah Public Elementary School teachers. Based on the ability to read poetry obtained the average value of the results of the pre-test reading poetry evaluation of the teachers of SD Negeri 07 Silaing Bawah and SD Negeri 08 Silaing Bawah is and is in a pretty good qualification. Whereas the average results of the reading poetry reading the evaluation of the teachers of SD Negeri 07 Silaing Bawah and SD Negeri 08 Silaing Bawah after the training was and were in good qualifications. Thus it can be seen that the implementation of poetry reading literacy can improve the ability to read the poetry of the teachers of SD Negeri 07 Silaing Bawah and SD Negeri 08 Silaing Bawah. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR P-ISSN. 2622-5069, E-ISSN. 2579-3403 Volume 3, Nomor 1, Juli 2019 Available online at 65 This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. Literasi Membaca Puisi Guru SD Elfia Sukma1, Ritawaty Mahyuddin2, Zuryanty3, Ari Suriani4 1,2,3,4 Universitas Negeri Padang, Kota Padang, Indonesia E-mail elfiasukma105 Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan literasi membaca puisi di sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah yang berjumlah 22 orang. Berdasarkan kemampuan membaca puisidiperoleh nilai rata-rata hasil penilaian pre-test membaca puisi guru-guru SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah adalah dan berada pada kualifikasi cukup baik. Sedangkan rata-rata hasil penilaian membaca puisi guru-guru SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah setelah pelatihan adalah dan berada pada kualifikasi baik. Dengan demikian terlihat bahwa pelaksanaan literasi membaca puisi dapat meningkatkan kemampuan membaca puisi guru-guru SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah. Kata Kunci Literasi, Membaca, Puisi, SD READING POETRY LITERACY OF ELEMENTARY TEACHERS Abstract The purpose of this study is to describe the implementation of poetry reading literacy in elementary schools. The approach used is qualitative and quantitative. The subjects of this study were 22 Silaing Bawah Public Elementary School teachers and 22 Silaing Bawah Public Elementary School teachers. Based on the ability to read poetry obtained the average value of the results of the pre-test reading poetry evaluation of the teachers of SD Negeri 07 Silaing Bawah and SD Negeri 08 Silaing Bawah is and is in a pretty good qualification. Whereas the average results of the reading poetry reading the evaluation of the teachers of SD Negeri 07 Silaing Bawah and SD Negeri 08 Silaing Bawah after the training was and were in good qualifications. Thus it can be seen that the implementation of poetry reading literacy can improve the ability to read the poetry of the teachers of SD Negeri 07 Silaing Bawah and SD Negeri 08 Silaing Bawah. Keywords Literacy; Reading; Poetry; Elementary School JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR P-ISSN. 2622-5069, E-ISSN. 2579-3403 Volume 3, Nomor 1, Juli 2019 Available online at 66 This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. PENDAHULUAN Literasi dapat dipahami sebagai melek huruf, kemelekhurufan, mengenal tulisan, serta dapat membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan berbahasa seseorang menyimak, berbicara, membaca, dan menulis untuk berkomunikasi dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Sulzby 1986 mengartikan literasi secara sempit, yaitu literasi sebagai kemampuan membaca dan menulis. Hal ini sejalan dengan pendapat Grabe & Kaplan 1992 dan Graff 2006 yang mengartikan literacy sebagai kemampuan untuk membaca dan menulis able to read and write. Secara umum UNESCO mendefenisikan literasi secara sederhana, yaitu kemampuan sesorang dalam menulis dan membaca. Berdasarkan penggunaannya, literasi adalah bentuk integrasi dari kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Sebagai sebuah kesatuan komunikasi, literasi dapat dianalogikan sebuah mata rantai antar keterampilan berbahasa yang tidak dapat dipisahkan Baynham, 1995. Begitu juga dengan literasi sastra, seperti literasi membaca puisi. Literasi membaca puisi dapat dimaknai sebagai kemampuan membaca di bidang sastra, khususnya puisi. Membaca puisi pada hakikatnya merupakan sebuah keterampilan membaca dengan objek karya sastra yaitu puisi. Literasi sangat penting bagi siswa karena keterampilan dalam literasi berpengaruh terhadap keberhasilan belajar mereka dan kehidupannya. Keterampilan literasi yang baik akan membantu siswa dalam memahami teks lisan, tulisan, maupun gambar/visual. Keterampilan literasi perlu dimiliki oleh setiap individu sebagai syarat untuk berpartisipasi dalam masyarakat, dan hal ini merupakan bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat. Salah satu literasi yang perlu dikuasai adalah literasi baca-tulis. Dengan memiliki kemampuan baca-tulis, seseorang dapat meningkatkan kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Terlebih lagi di era yang semakin modern yang ditandai dengan persaingan yang ketat dan pergerakan yang cepat. Kompetensi individu sangat diperlukan agar dapat bertahan hidup dengan baik. Salah satu lingkup literasi baca tulis adalah literasi membaca, khususnya literasi membaca puisi. Membaca merupakan kunci untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan, termasuk informasi dan petunjuk sehari-hari yang berdampak besar bagi kehidupan. Membaca dapat memperluas pandangan dan membuka lebih banyak pilihan baik dalam hidup. Membaca memiliki tahapan. Tahapan membaca bagi seorang siswa sangat penting karena akan berpengaruh terhadap sikap membaca dan pandangannya terhadap bahan bacaan. Survei yang dilakukan oleh International Education Achievement IEA pada awal tahun 2000 menunjukkan bahwa kualitas membaca anak-anak Indonesia menduduki urutan ke-29 dari 31 negara yang diteliti di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Hal ini tentunya sangat menyedihkan karena membaca adalah hal penting yang harus JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR P-ISSN. 2622-5069, E-ISSN. 2579-3403 Volume 3, Nomor 1, Juli 2019 Available online at 67 This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. diminati siswa untuk mendukung proses belajarnya. Apabila seorang siswa dipaksa untuk belajar membaca dan ia belum memperoleh dasar keterampilan tersebut, maka dapat menyebabkan frustasi dan kehilangan rasa percaya dirinya dalam membaca. Oleh karena itu, guru harus memahami urutan yang tepat dalam keterampilan membaca sehingga siswa tidak akan merasa kesulitan dalam belajar membaca. Pembelajaran membaca, khususnya membaca puisi dapat memotivasi siswa dalam berkarya, berimajinasi, dan berfantasi tidak sekedar mengikuti guru tetapi menciptakan sendiri karya sastra. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran membaca puisi, yaitu guru, siswa, dan puisi. Minat siswa dalam membaca puisi ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyajikannya di sekolah. Oleh karena itu, guru harus memiliki pengetahuan dalam membaca puisi. Pembelajaran puisi adalah suatu proses pemberian materi dalam bentuk sebuah rangkaian tulisan yang memiliki makna konotatif, berbentuk simbol-simbol kata, serta diakhiri dengan cara-cara mengapresiasi dan pengekspresian puisi dengan baik. Di samping itu, tujuan pengajaran puisi adalah agar siswa dapat membacakan puisi dengan penuh ekspresif, imajinatif, dan memberikan daya tarik yang kuat bagi penonton sehingga puisi tidak lagi dibacakan dengan cara monoton. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rohana 2014 permasalahan dalam membaca puisi adalah guru masih menggunakan pengajaran yang kurang inovatif dan kreatif. Pengajaran yang kurang inovatif terlihat ketika guru menyampaikan materi membaca puisi masih kurang dalam mempraktikan dari segi artikulasi, vokal, irama, mimik, dan kinestik. Kemudian, pengajaran membaca puisi kurang kreatif. Hal ini terlihat ketika guru tidak mampu membangkitkan semangat siswa untuk memberikan penjiwaan terhadap karya sastra puisi yang dibacanya. Pengajaran sastra yang kurang inovatif dan kreatif, tampaknya perlu dipertimbangkan untuk diarahkan pada pembimbingan apresiasi sastra melalui pembacaan puisi. Dalam pembimbingan apresiasi membaca puisi inilah siswa dapat dilatih untuk peka terhadap nilai-nilai keindahan yang terkandung dalam puisi. Penelitian lain seperti yang dilakukan oleh Marlinton 2014 menunjukkan bahwa guru kesulitan dalam mengajarkan membaca pusi diantaranya keberadaan pembelajaran puisi di sekolah harus diakui masih minim dan kurang menyenangkan bagi siswa. Kemampuan siswa dalam membaca puisi masih terasa dangkal dan kurangnya penjiwaan. Di sisi lain lemahnya pembelajaran puisi, karena peran guru yang kurang maksimal dalam mendemonstrasikan membaca puisi yang benar. Selain itu, guru yang kurang pandai dalam mendemonstrasikan pembacaan puisi yang menarik. JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR P-ISSN. 2622-5069, E-ISSN. 2579-3403 Volume 3, Nomor 1, Juli 2019 Available online at 68 This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. Permasalahan-permasalahan tersebut sesuai dengan permasalahan yang dialami oleh guru-guru SD Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Guru belum terampil dalam mengajarkan membaca puisi kepada siswa. Terlebih lagi membaca puisi merupakan salah satu bidang yang rutin dilombakan dalam ajang O2SN setiap tahunnya. Akibatnya, guru kesulitan membimbing siswa dalam membaca puisi dan belum ada siswa SD Kecamatan Padang Panjang Barat Kota Padang Panjang yang berhasilkan memenangkan lomba O2SN tersebut. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu membawa siswanya untuk asyik membaca karya sastra dan tertarik untuk mendiskusikan bersama dengan teman-temannya. Dengan membaca sastra siswa berkesempatan untuk berkenalan langsung dengan karya sastra dan mengapresiasinya. Menurut Aminuddin 200452, idealnya pembelajaran sastra itu dapat memanfaatkan teks sastra sejalan dengan kekayaan isinya karena pembelajaran sastra bukan berorientasi pada hasil semata-mata. Lebih penting dari itu, dalam pembelajaran sastra guru juga melakukan pembinaan kegiatan membaca dan pembinaan apresiasi sastra, khususnya dalam membaca puisi. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah yang berjumlah 22 orang. Pendekatan dan metode yang ditawarkan untuk memecahkan masalah adalah dengan melaksanakan pelatihan secara menyeluruh teori dan praktik sehingga pemahaman dalam penerapan literasi membaca puisi dapat ditingkatkan dan diaplikasikan setelah tujuan ini dapat tercapai secara maksimal, maka metode yang dapat dilakukan adalah berupa proses dengan tahap-tahap berikut 1 Penulisan jobsheet yang memuat a Pentingnya Literasi, b Yang harus diperhatikan dalam membaca puisi, dan 3 Pelatihan literasi membaca puisi; 2 Penyajian materi sesuai dengan isi jobsheet yang dilakukan dengan metode a Ceramah untuk pemahaman pengertian, konsep membaca puisi yang baik dan benar; dan b Praktik latihan dengan bimbingan dalam membaca puisi. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan penelitian ini adalah berupa pelaksanaan literasi membaca puisi bagi guru-guru SD Kecamatan Padang Panjang Barat Kota Padang Panjang. Kegiatan diawali dengan pengenalan dengan pihak sekolah SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah. Tahapan selanjutnya adalah melakukan pertemuan dengan kepala sekolah SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah untuk pemantapan jadwal pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan literasi membaca puisi bagi guru-guru SD. Peserta pelatihan literasi JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR P-ISSN. 2622-5069, E-ISSN. 2579-3403 Volume 3, Nomor 1, Juli 2019 Available online at 69 This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. membaca puisi adalah guru-guru di SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah yang berjumlah 22 orang. Berdasarkan hasil pertemuan dengan kepala sekolah SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah, diputuskan bahwa pelaksanaan kegiatan pelatihan literasi membaca puisi bagi guru-guru SD dilakukan tiga kali pertemuan, yaitu tanggal 14 September 2018, 25 Oktober 2018, dan 15 November 2018. Untuk mengukur kemampuan awal peserta dalam membaca puisi, maka dilakukan pre-test membaca puisi terlebih dahulu. Masing-masing peserta diminta untuk membaca puisi yang telah disediakan panitia. Berikut adalah hasil penilaian pre-test membaca puisi peserta sebelum pelatihan. Tabel 1. Hasil Penilaian Pre-Test Membaca Puisi Peserta Sebelum Pelatihan Keterangan P Penghayatan I Intonasi M Mimik Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dilihat bahwa rata-rata hasil penilaian pre-test membaca puisi guru-guru SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah adalah dan berada pada kualifikasi cukup baik. Setelah dilaksanakan pre-test membaca puisi, kegiatan selanjutnya adalah menyajikan materi tentang pelatihan membaca puisi. Setelah semua materi disampaikan kepada peserta, maka dilakukan latihan membaca adalah hasil penilaian membaca puisi peserta setelah pelatihan. JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR P-ISSN. 2622-5069, E-ISSN. 2579-3403 Volume 3, Nomor 1, Juli 2019 Available online at 70 This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. Tabel 2. Hasil Penilaian Membaca Puisi Peserta Setelah Pelatihan Keterangan P Penghayatan I Intonasi M Mimik Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dilihat bahwa rata-rata hasil penilaian membaca puisi guru-guru SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah setelah pelatihan adalah dan berada pada kualifikasi baik. Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Penilaian Membaca Puisi Peserta JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR P-ISSN. 2622-5069, E-ISSN. 2579-3403 Volume 3, Nomor 1, Juli 2019 Available online at 71 This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa rata-rata hasil nilai pre-test peserta adalah dan rata-rata hasil nilai membaca puisi setalah pelatihan adalah Dengan demikian terlihat bahwa kemampuan membaca puisi guru-guru SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah meningkat setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan literasi membaca puisi. PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan literasi membaca puisi mampu menggali potensi guru untuk menuangkan gagasannya dalam sebuah puisi. Melalui kegiatan literasi, guru tidak hanya mampu dan berani mengeksplorasi kemampuan mereka, tetapi guru juga dengan senang hati untuk melakukan kegiatan literasi membaca puisi Sari, 2016. Kesadaran literasi penting untuk ditumbuhkembangkan, karena dapat membuat siswa menjadi cerdas dalam melihat masalah dalam kehidupannya. Namun ketika perkembangan literasi tidak disokong oleh praktik dan lingkungan literasi yang ideal, maka guru akan mengalami dalam pelaksanaan kegiatan literasi, khususnya literasi membaca puisi. Dari segi praktik yang tidak sesuai dengan idealnya, seperti hasil belajar yang terfokus pada aspek keterampilan berbahasa belum berjalan semestinya, akan menimbulkan kesulitan pada siswa dalam pemerolehan literasi atau meningkatkan kemampuan literasinya. Oleh karena itu penting bagi guru untuk memahami pelaksanaan kegiatan literasi tersebut.. Menurut Metiri 2003guru harus peka terhadap tujuh tanda literasi yang mulai muncul pada siswa, yaitu1 siswa melakukan aktivitas membaca buku, puisi, ataupun bernyanyi, 2 siswa menulis dan dapat membaca tulisannya walaupun tidak ada yang bisa membaca tulisannya, 3 siswa dapat menunjukkan apa yang ingin dibaca, 4 siswa telah mengenal kata dan huruf, 5 siswa mengenal beberapa kata konkret, nama mereka, nama teman, dan kata-kata yang disukai lainnya, 6 siswa mengenali intonasi kata, dan 7 siswa dapat menyebutkan huruf-huruf dan dapat menyebutkan kata yang dimulai dengan bunyi inisial. Ketika tujuh tanda literasi tersebut sudah dikenali dengan baik, maka guru dapat memaksimalkan usahanya dalam rangka menggiring siswa untuk memperoleh kemampuan literasinya. SIMPULAN Literasi dapat dipahami sebagai melek huruf, kemelekhurufan, mengenal tulisan, serta dapat membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan berbahasa seseorang JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR P-ISSN. 2622-5069, E-ISSN. 2579-3403 Volume 3, Nomor 1, Juli 2019 Available online at 72 This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. menyimak, berbicara, membaca, dan menulis untuk berkomunikasi dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Permasalahan dalam membaca puisi adalah guru masih menggunakan pengajaran yang kurang inovatif dan kreatif. Pengajaran yang kurang inovatif terlihat ketika guru menyampaikan materi membaca puisi masih kurang dalam mempraktikan dari segi artikulasi, vokal, irama, mimik, dan kinestik. Kemudian, pengajaran membaca puisi kurang kreatif. Hal ini terlihat ketika guru tidak mampu membangkitkan semangat siswa untuk memberikan penjiwaan terhadap karya sastra puisi yang dibacanya. Pengajaran sastra yang kurang inovatif dan kreatif, tampaknya perlu dipertimbangkan untuk diarahkan pada pembimbingan apresiasi sastra melalui pembacaan puisi. Dalam pembimbingan apresiasi membaca puisi inilah siswa dapat dilatih untuk peka terhadap nilai-nilai keindahan yang terkandung dalam puisi. Solusi yang ditawarkan adalah diadakannya kegiatan pelatihan literasi membaca puisi bagi guru-guru SD kecamatan Padang Panjang Barat kota Padang Panjang. Pelaksanaan kegiatan pelatihan literasi membaca puisi dilakukan tiga kali petemuan, yaitu tanggal 14 September 2018, 25 Oktober 2018, dan 15 November 2018. Kegiatan dilakanakan di SD Negeri 07 Silaing Bawah Kecamatan Padang Panjang Barat Kota Padang Panjang. Untuk mengukur kemampuan awal peserta dalam membaca puisi, maka dilakukan pre-test membaca puisi terlebih dahulu. Masing-masing peserta diminta untuk membaca puisi yang telah disediakan panitia. Rata-rata hasil penilaian pre-test membaca puisi guru-guru SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah adalah dan berada pada kualifikasi cukup baik. Sedangkan rata-rata hasil penilaian membaca puisi guru-guru SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah setelah pelatihan adalah dan berada pada kualifikasi baik. Dengan demikian terlihat bahwa kemampuan membaca puisi guru-guru SD Negeri 07 Silaing Bawah dan SD Negeri 08 Silaing Bawah meningkat setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan literasi membaca puisi. DAFTAR RUJUKAN Aminuddin. 2004. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung Sinar Baru Aglesindo. Baynham, Mike. 1995. Literacy Practices Investigation Literacyin Social Context. United Kingdom Longman Group Limited. Grabe, W. & Kaplan R. Eds. 1992. Introduction to Applied Linguistics. New York AddisonWesley Publishing Company. JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR P-ISSN. 2622-5069, E-ISSN. 2579-3403 Volume 3, Nomor 1, Juli 2019 Available online at 73 This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. Graff, Harvey J. 2006 Literacy. Microsoft Encarta [DVD]. Redmond, WA MicrosoftCorporation. Marlinton, dkk. 2014. Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Menggunakan Strategi Pemodelandi Kelas II SDN 56Sidik Diakses 4 Februari 2018 Metiri Group. 2003. Engauge 21stCentury Skills Literacy in the Digital and Metiri Group Illinois and California. Rohana. 2014. Implementasi Pembelajaran Apresiatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Siswa Kelas VII B1 SMP Negeri 6 Singaraja. e-Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Undiksha. Volume Vol 2 No 1. Ryan, Lylod R. 1993. UsingPictures in Teaching Art and Other Stuff. Diunduh dari pada bulan Mei 2016. Sari, E. S. 2016. Mengoptimalkan Kembali Literasi Sastra di Perguruan Tinggi Perlukah. Yogyakarta KNBS III. Supriyadi, dkk. 1994. Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta Depdikbud. Zuchdi, Darmiyati dan Budiasih. 1996. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Jakarta Depdikbud. PROFIL SINGKAT Elfia Sukma adalah dosen PGSD FIP UNP pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia. Lahir di Bukittinggi, 22 Mei 1963. Menempuh S1 di IKIP Padang jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia tamat pada tahun 1986 dan melanjutkan S2 di Universitas Negeri Malang jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan tamat pada tahun 2006. ... Especially in an increasingly modern era marked by intense competition and fast movement. Individual competence is needed to survive well Suciawati, 2018;Sukma et al., 2019. Based on this information, improving the reading literacy of Indonesian students is needed the effort to achieve this goal. ...Fitri Andriani SetyowatiKristianiTri MurwaningsihThe low reading literacy of Indonesian students is still a problem in the world of education in Indonesia. Testing the feasibility of reading literacy instruments and testing the effectiveness of visual picture economics textbook based on problem-based learning in improving reading literacy skills are the objectives of this study. This type of study is quasi-experimental, with a sample of 62 students divided into classes XI IPS1 and XI IPS2. The samples in this study used the cluster random sampling method. The data taken from this study used various techniques including 1 interviews, 2 observations, 3 questionnaires, and 4 questions. Data analysis uses several techniques including 1 quantitative descriptive analysis, 2 Inferential statistical analysis was preceded by a prerequisite test consisting of a normality test and a homogeneity test followed by a t-test, and 3 hypothesis testing. The results showed that the reading literacy instrument was declared feasible and valid, and the research data were normally distributed and homogeneous. In addition, based on the t-test, the results showed that H0 was rejected and H1 was accepted, which means that there is a difference in the level of students' reading literacy skills between using visual picture economics textbook based on problem-based learning and conventional economics textbooks. In the experimental class, the average reading literacy level was and in the control class. Based on these results, the use of an economic textbook with visual images based on problem-based learning is more effective in improving reading literacy compared to using conventional economics textbooks. This research implies increasing reading literacy skills by utilizing visual picture economics textbook based on problem-based learning. Wayan - ArtikaPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberadaan komunitas sastra Indonesia di media sosial, serta kaitannya dengan kegiatan literasi di sekolah. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah komunitas sastra digital di internet dalam platform media sosial. Data dikumpulkan dengan metode perambahan digital. Untuk mengumpulkan data, maka digunakan teknik baca dan kutip yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap deskripsi, komparasi, identifikasi, klasifikasi, dan reduksi. Simpulan penelitian diambil secara deduktif. Berdasarkan analisi data, komunitas sastra di media sosial lahir karena kemajuan teknologi internet. Komunitas sastra media sosial tidak dipengaruhi oleh faktor geografi, yang mana merupakan salah satu ciri komunitas sastra sepanjang periode sejarah ketika internet belum ada. Contoh komunitas sastra media sosial yang terkenal adakan Fiksimini, Cerfet, dan KOPI. Komunitas sastra yang bersifat virtual memiliki persoalan kesolidan antaranggota yang kurang. Berdasarkan eksistensi dan jenis karyanya, keberadaan komunitas sastra di media sosial dapat membantu kegiatan literasi di sekolah, khususnya dalam fungsi sebagai sumber bacaan. Kata Kunci Komunitas Sastra, Literasi, Media Sosial, SekolahElfia SukmaT IndrawatiAri SurianiThe purpose of sending it to the community is to train teachers in using early grade literacy media in elementary schools. The method used in the form of training to teachers in using media literacy. Participants in the service are 18 Air Tawar Selatan elementary school teachers and 25 Air Tawar Selatan public elementary schools, 22 Koto Tangah District Padang City. Based on the training results it can be seen that the average score of the pre-test participants was and the average value of reading poetry after the training was Thus it can be seen that the ability of 18 Air Tawar Selatan public elementary school teachers and 25 Air Tawar Selatan public elementary school Koto Tangah District, Padang City have improved after the training in the use of early grade literacy Kemampuan Membaca Puisi Menggunakan Strategi Pemodelandi Kelas II SDN 56SidikDkk MarlintonMarlinton, dkk. 2014. Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Menggunakan Strategi Pemodelandi Kelas II SDN a/publications/215405-peningk Diakses 4 Februari 2018Engauge 21 st Century Skills Literacy in the Digital AgeMetiri GroupMetiri Group. 2003. Engauge 21 st Century Skills Literacy in the Digital and Metiri Group Illinois and Pembelajaran Apresiatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Siswa Kelas VII B1 SMP Negeri 6 Singaraja. e-Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaRohanaRohana. 2014. Implementasi Pembelajaran Apresiatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Siswa Kelas VII B1 SMP Negeri 6 Singaraja. e-Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Undiksha. Volume Vol 2 No in Teaching Art and Other StuffLylod R RyanRyan, Lylod R. 1993. UsingPictures in Teaching Art and Other Stuff. Diunduh dari h/vol2/ pada bulan Mei Bahasa Indonesia 2. Jakarta DepdikbudDkk SupriyadiSupriyadi, dkk. 1994. Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas RendahDarmiyati ZuchdiDan BudiasihZuchdi, Darmiyati dan Budiasih. 1996. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Jakarta Depdikbud.
AyoMembaca Siswa membaca teks puisi berjudul "Cita-citaku". Siswa menyajikan hasil pengamatannya dan hasil diskusinya dalam bentuk sebuah kesimpulan tentang ciri-ciri puisi. Kegiatan ini digunakan sebagai kegiatan untuk memahamkan kepada siswa tentang ciri-ciri puisi (Bahasa Indonesia KD 3.6 dan 4.6)
Puisi adalah suatu bentuk karya sastra yang digubah dengan tulus oleh penulisnya. Oleh karena itu, agar pendengar dapat memahami atau setidaknya menikmati puisi yang disampaikan, seorang pembaca puisi mesti mengerti cara membaca puisi yang baik dan benar. Apa Itu Puisi? Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki banyak penikmat. Puisi berisi perasaan penyair yang menggugah emosi pembaca melalui rangkaian kata-kata indah yang mengandung irama, mantra, rima, dan penyusunan larik dan bait. Mengutip buku "Bahasa Indonesiaku Bahasa Negeriku" oleh Atep Tatang dkk, sesuai dengan sifat dan hakikat puisi yaitu sebagai ekspresi tidak langsung, kegunaan puisi juga tidak langsung yaitu bersifat spiritual bagi kehidupan batin dan kejiwaan manusia. Melalui kehidupan batin dan kejiwaan ini, puisi akan memengaruhi aktivitas kehidupan manusia. Unsur-unsur dalam puisi meliputi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik dalam puisi yaitu diksi, imaji, majas, bunyi, rima, ritme, dan tema. Sedangkan unsur ekstrinsik puisi yaitu aspek historis, aspek psikologis, aspek filsafat, aspek religius. Cara Membaca Puisi Kegiatan membaca puisi poetry reading mulai populer sejak hadirnya kembali WS. Rendra dari kelananya di Amerika Serikat. Agar dapat membaca puisi dengan baik, perlu memperhatikan hal-hal berikut, yang dikutip dari buku “Bahasa Indonesia untuk SMA/MA” oleh Setyartiningsih. 1. Interpretasi Sebelum membacakan puisi di muka umum, penting untuk memahami dan menangkap terlebih dahulu simbol-simbol atau makna lambang yang dipergunakan oleh penyair. Jika seseorang salah dalam menafsirkan makna atau simbol tersebut, isi puisi pun dapat disalahartikan. 2. Teknik Vokal Untuk pengucapan yang komunikatif diperlukan penguasaan intonasi, diksi, jeda, enjabemen, dan lafal yang tepat. Dengan begitu, pendengar dapat menikmati dan terhanyut dalam pembacaan puisi. 3. Penampilan Dalam hal ini pembaca puisi dituntut untuk dapat memahami pentas dan publik di mana puisi tersebut dibawakan. Seorang pembaca puisi juga boleh menunjukan sikap dan penampilan yang meyakinkan. Berani menatap penonton dan mengatur ekspresi yang tidak berlebihan. Di samping itu, pembaca puisi mesti memerhatikan irama dan mimik, yang merupakan indikasi apakah seseorang sudah benar-benar dapat menjiwai atau meresapkan isi puisi itu. Dalam pembacaan puisi, harmonisasi antara mimik dengan isi puisi merupakan puncak keberhasilan suatu puisi dibawakan. Ingatlah bahwa tidak semua puisi dapat dibaca dilisankan tanpa menempatkan tanda tafsir pengucapannya terlebih dahulu. Adakalanya dalam puisi terdapat deretan baris atau bait yang satu dengan yang lain mempunyai jalinan pengucapan dan ada pula yang secara tertulis terpisah sehingga memerlukan jeda. Penempatan jeda yang tidak tepat berpotensi mengaburkan makna puisi. Seorang penyair mempunyai beberapa kiat supaya puisinya dapat dicerna atau dinikmati pembaca dan pendengar. Penyair kerap menampilkan gambar angan atau citraan dalam puisinya. Lewat citraan ini, penikmat sajak memeroleh gambaran yang jelas, suasana khusus atau gambaran yang menghidupkan alam pikiran dan perasaan penyairnya. Cara Memahami Puisi Sebagai suatu totalitas yang dibentuk oleh unsur interinsik tertentu, puisi dapat dibagi dalam beberapa lapis. Di samping memahami lapis bentuk/struktur, untuk dapat mencerna isi puisi, perlu untuk memahami lapis makna puisi serta unsur ekstrinsik yang turut mendukung; seperti biografi pengarang, latar sosial, budaya, politik saat puisi dibuat, dan masih banyak lagi. Berdasarkan isinya, puisi lirik memiliki jenis sebagai berikut Epigram Puisi yang berisi ajaran hidup, baik tentang agama, sopan santun, sosial dan sebagainya. Satire Puisi yang memuat kritik, sindiran, atau melukiskan kepincangan sosial. Ode Puisi yang mengandung pujian atau sanjungan kepada seseorang. Balada Balada adalah kisah atau cerita yang digubah ke dalam bentuk puisi. Elegi Puisi ini berisi ratapan atau sesuatu yang mengandung kesedihan. Roman Berisi luapan cinta kasih. Himne Puisi yang berisi pujian kepada Tuhan. Adapun yang termasuk lapis makna dalam puisi, yaitu Tema/sense adalah gagasan pokok yang diciptakan atau dilukiskan oleh penyair lewat puisi gubahannya. Perasaan/feeling adalah sikap penyair terhadap tema yang dikemukakan dalam puisinya. Nada dan suasana/tone adalah sikap penyair terhadap pembaca atau penikmat puisi. Amanat adalah pesan yang hendak disampaikan oleh penyair. Contoh Puisi Berikut contoh puisi yang dapat dijadikan bahan praktik untuk membaca maupun memahami makna sebuah puisi. Dibawa Gelombang Oleh Sanusi Pane Alun membawa bidukku perlahan Dalam kesunyian malam waktu Tidak berpawang tidak berkawan Entah ke mana aku tak tahu Jauh di atas bintang kemilau Seperti sudah berabad-abad Dengan damai mereka meninjau Kehidupan bumi yang kecil amat Aku bernyanyi dengan suara Seperti bisikan angin di daun Suaraku hilang dalam udara Dalam laut yang beralun-alun Aku membawa bidukku perlahan Dalam kesunyian malam waktu Tidak berpawang tidak berkawan Entah ke mana aku tak tahu *** Sahabatku Oleh Soekri St Papa, Sebelum pesta berlangsung Izinkan aku menengok ke belakang Di sana sahabatku yang miskin Hidup dengan berjualan koran Papa, Dia teman kelasku Juga lulus dalam ujian Nilainya yang tinggi Sangat kusayangkan Kini Aku minta kesediaan papa Menyerahkan biaya pestaku Untuk meringankan ongkos masuk Sahabatku di SMA ***
Tulislahpuisi tentang "Lingkungan!" "Lingkungan" Contoh puisi bisa kalian lihat DISINI. Kegiatan Bersama Orang Tua : Kamu telah belajar tentang puisi. Ayo, tulis puisi tentang lingkungan. Diskusikanlah bersama orang tuamu! Demikian pembahasan secara singkat kunci jawaban tema 5 kelas 2 SD/MI di buku tematik siswa halaman 96. JAKARTA-Minat anak dalam literasi masih rendah di Indonesia. Padahal literasi ini memiliki ragam manfaat untuk anak. Nah, untuk menggairahkan dan meningkatkan literasi anak, salah satu caranya dengan membaca dan pembaca puisi yang pernah viral beberapa tahun lalu, Peri Sandi Huizche menjelaskan meningkatnya literasi anak dipengaruhi berbagai hal termasuk dalam kegemaran membaca. "Membaca puisi adalah satu upaya merefleksikan hasil bacaan menafsir teks ke dalam bentuk penghayatan-ekspresi, dinamika-intonasi, gestikulasi dan mengkreasikan-tampilan dihadapan orang," ujar Peri dalam keterangan pers yang diterima Republika belum lama modal utama pembaca puisi itu adalah tidak buta huruf. "Selama mereka bisa membaca, baca puisi itu pasti bisa,” berharap anak-anak bisa menjadi generasi yang gemar memmbaca. Ia juga ingin anak-anak mampu memberi martabat pada bahasa yang setiap hari digunakan dari laman Kids Read Now, WH Auden berkata seorang penyair, di atas segalanya, adalah orang yang sangat mencintai anak-anak, kecintaan pada bahasa ini diterjemahkan menjadi pengenalan literasi yang dapat diakses melalui puisi dan pendidikan yang lebih luas tentang keindahan dan sejak dini dan sering kali selama perjalanan anak dengan literasi, puisi dapat berarti perbedaan antara sekadar mengetahui kata dan memanfaatkan setiap aspek kekuatan puisi dapat meningkatkan kesadaran anak akan kata-kata. Dalam puisi, setiap pilihan kata penting. Entah itu untuk tujuan berima, aliterasi, metafora atau cara yang sempurna untuk menggambarkan sesuatu, pilihan kata lebih berarti dalam konteks puisi. Setiap keputusan memiliki alasan tertentu di baliknya. Setiap kata cocok, dan itu cocok karena suatu anak mungkin tidak sepenuhnya memahami mengapa ada kata-kata khusus dalam puisi. Ketika dia mendengar puisi itu berulang-ulang, dia segera dapat memahami bahwa puisi itu lebih menyenangkan karena pilihan itu. Akhirnya, dia akan mencari tahu mengapa keputusan itu terjadi dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pilihan kata melalui proses itu, puisi menumbuhkan perbendaharaan kata anakPuisi memaparkan anak-anak pada kata-kata baru. Dalam upaya untuk menangkap maknanya dengan sempurna, seorang penyair akan menempuh jalan raya sinonim untuk menemukan pilihan yang yang dirancang untuk anak-anak sering kali berirama dan berirama. Itu memudahkan anak-anak untuk menghafal dan mencari tahu arti kata-kata juga membuat anak menjadi pembelajar yang lebih baik. Struktur musik puisi membuat hafalan dan pembacaan lebih mudah juga. Puisi meningkatkan literasi anak-anak dengan menghubungkan memori dengan isyarat audio dan visual yang membantu anak-anak mengenali pola, membuat kesimpulan langkah berikutnya yang logis, dan memberi siswa muda keuntungan saat mempelajari apa pun mulai dari bahasa baru hingga inilah yang melatarbelakangi Penerbit Erlangga mengadakan talkshow Gairahkan Literasi dengan Membaca Puisi bersama narasumber Peri Sandi Huizche. Acara ini dilaksanakan pada bulan Juli lalu di pameran Erlangga Art Awards Goes to Jogja berlokasi di Langgeng Art Foundation, Yogyakarta. Talkshow ini diawali dengan kegiatan lomba membaca puisi yang pesertanya adalah pelajar SMP dan SMA di Yogyakarta. gFWm9dZ.
  • hf6849i845.pages.dev/165
  • hf6849i845.pages.dev/331
  • hf6849i845.pages.dev/223
  • hf6849i845.pages.dev/410
  • hf6849i845.pages.dev/393
  • hf6849i845.pages.dev/150
  • hf6849i845.pages.dev/106
  • hf6849i845.pages.dev/81
  • membaca puisi termasuk kegiatan membaca