Janganletakan dunia di hati namun letakan di genggaman
NAFSIYAH — Sahabat Rasulullah saw., Utsman bin Affan ra. pernah berkata, “Risau menghadapi dunia merupakan kegelapan di dalam hati, sedangkan risau dengan akhirat adalah cahaya bagi hati.” Hal ini dimaksudkan bahwa seseorang akan mulia jika tidak melanggar tuntutan Allah SWT dan seorang yang bijaksana tidak mengutamakan kehidupan dunia dengan mengesampingkan akhirat. Maka, janganlah tertipu dengan angan-angan yang panjang, menyibukkan diri dengan dunia hingga melupakan akhirat. Tenggelam dalam kelalaian atas perintah Allah SWT, padahal ajal semakin dekat. Bersabarlah atas segala ujian di dunia, karena Allah akan mengganjar kesabaran dengan pahala dan surga. Nabi saw. juga bersabda, “Barang siapa di pagi harinya terus mengeluh tentang kesulitan hidupnya, maka seakan-akan ia mengeluh kepada Tuhannya. Barang siapa yang pagi harinya sudah merasa sedih terhadap urusan dunia yang menimpanya berarti sejak pagi ia sudah membenci Allah, tidak sabar dengan takdir Allah. Barang siapa tunduk dan hormat kepada orang kaya disebabkan kekayaannya maka hilanglah dua pertiga agamanya.” Ali bin Abi Thalib pun pernah mengatakan, “Sesungguhnya di antara kenikmatan yang ada di dunia ini, maka cukup bagimu Islam sebagai suatu kenikmatan. Sesungguhnya di antara kesibukan-kesibukan yang ada, maka cukup bagimu kesibukan untuk berbuat taat. Sesungguhnya di antara peringatan, maka cukup bagimu mati sebagai peringatan.” Menjadi Kekasih Allah SWT Nabi Ibrahim as. pernah ditanya, apakah yang menyebabkan engkau dijadikan kekasih oleh Allah SWT? Nabi Ibrahim menjawab, “Karena tiga hal, yaitu, aku lebih mementingkan urusan Allah daripada urusan yang lain, aku tidak merasa risau kepada jaminan Allah kepadaku, dan aku tidak pernah makan malam dan makan pagi kecuali bersama tamu.” Diriwayatkan bahwa ada seorang lelaki Bani Israil mengumpulkan delapan puluh peti berisi buku-buku keagamaan, namun semua itu tidak bermanfaat baginya. Maka, Allah mewahyukan kepada Nabi mereka ketika itu, supaya berkata kepada pengumpul ilmu itu, “Andaikan engkau mengumpulkan ilmu tersebut lebih banyak lagi, tentu tidak akan bermanfaat bagimu, kecuali jika engkau bisa melakukan tiga hal. Janganlah engkau mencintai dunia, karena dunia bukan tempat kesenangan orang mukmin. Janganlah engkau bergaul dengan setan karena setan bukanlah temannya orang mukmin. Janganlah engkau menyakiti seseorang, karena itu bukan perbuatan mukmin.” Menjadi pengingat bagi setiap muslim, barang siapa yang beramal semata-mata untuk bekal di akhirat, Allah akan mencukupkan urusan agama dan dunianya. Barang siapa yang niat hati nuraninya baik, Allah akan membuat baik lahiriahnya. Barang siapa memperbaiki hubungan dirinya dengan Allah, Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia. Yahya bin Mu’adz Arrazi berkata, “Berbahagialah orang yang meninggalkan dunia menginfakkan hartanya sebelum dunia meninggalkannya, membangun kuburnya memperbanyak amal sebelum memasukinya. Rida kepada Rabb-nya melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya sebelum bertemu dengan-Nya.” Sungguh kita berharap pada Allah SWT agar memberikan ketenangan pada hati kita, tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sibuk merisaukan dunia namun tak menghiraukan akhiratnya. Padahal tempat yang kekal bagi setiap manusia setelah tiada ialah akhirat. [MNews/Rnd] Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
DoaAbu Bakar ra: "Jadikanlah kami kaum yang memegang dunia dengan tangan kami, bukan hati kami." Dan doa sahabat Umar bin Khattab: "Ya Allah, tempatkanlah dunia dalam genggaman tangan kami dan jangan kau tempatkan dia di lubuk hati kami." "Zuhud itu adalah menjadikan dunia di tangan, bukan di hati." (Ali bin Abi Thalib)
Hartamujangan masukkan di hati tapi titipkan pada anak yatim, kaum duafa, bangun masjid, sumbang ke pesantren dan lain-lain. Dan bawa keluargamu juga ke surga , jagalah anak Istrimu dari api neraka, didiklah agar benar-benar bertaqwa pada Allah ta ala. Letakkanlah dunia di tangan jangan di hati. Jika dunia berada di genggaman tangan, akan
Barangsiapayang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina." TAKHRIJ HADITS Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mâjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbân (no. 72-Mawâriduzh Zham'ân
Gambardiambil 1 September 2020. (REUTERS/Akhtar Soomro) Jakarta (ANTARA) - Tinder, layanan kencan daring, mengurungkan rencananya untuk membawa kencan daring ke dunia metaverse akibat bisnisnya yang akhir-akhir ini melesu. Kabar itu disusul dengan mundurnya sang CEO yaitu Renate Nyborg yang bahkan belum genap setahun menjabat sebagai pemimpin
YaAllah,jauhkan kami dr tipu daya dunia ,Jika Engkau titipkan dunia pd kami, letakkan ia di genggaman kami bukan di hati kami. 04 Aug 2022
Ingatlahsaudara, bahawa kejarlah akhirat pasti dunia pun akan mengikut kita. Subhanallah. (1) Dunia ini racun yang mematikan, penawarnya zuhud. Zuhud itu bukan bererti, miskin, (erti zuhud, meninggalkan hal-hal yang tidak manfaat di akhirat) sekiranya harta itu bermanfaat untuk akhirat, maka mesti cari harta.
Danbahagia itu akan datang dari hati yang bersih dan menjalani kehidupan dalam syariat. Pengasuh kajian sunah, Ustad Muhammad Idris, menambahkan, setidaknya ada 3 solusi yang ditawarkan oleh agama ini agar kehidupan yang dijalani oleh seorang muslim dipenuhi dengan kebahagiaan. (1) Tawakal. (2) Membahagiakan orang lain.
v4Xk. hf6849i845.pages.dev/228hf6849i845.pages.dev/137hf6849i845.pages.dev/183hf6849i845.pages.dev/485hf6849i845.pages.dev/77hf6849i845.pages.dev/453hf6849i845.pages.dev/66hf6849i845.pages.dev/25
dunia di genggaman akhirat di hati